Ciri - Ciri Tentera Al Mahdi
Syekh Ibnu Athaillah mengatakan bahwa Allah menyatakan sebagian wali-Nya dan menyembunyikan sebagian lain di tengah masyarakat. Tetapi semua wali-Nya menjadi tanda bagi masyarakat atas kehadiran-Nya.
“Mahasuci Allah yang tidak menjadikan tanda bagi para wali-Nya selain tanda yang menunjukkan ada-Nya. Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.” Lalu bagaimana kita dapat mengerti kehadiran wali Allah? Ini yang sulit. Pasalnya, para wali juga manusia biasa seperti hamba Allah lainnya. Hal ini tercantum pada keterangan Syekh Ibnu Abbad berikut ini.
“Aku (Syekh Ibnu Athaillah) mendengarnya (maksudnya adalah gurunya), Syekh Abul Abbas Al-Mursi berkata, ‘Mengenal wali lebih sulit dari mengenal Allah. Allah dapat dikenali dengan kesempurnaan dan keindahan-Nya. tetapi bilakah kau dapat mengenali tanda wali, makhluk sepertimu. Ia makan sebagaimana kamu makan, ia minum sebagaimana kamu minum.’ Ibnu Athaillah berkata di dalam kitab Latha’iful Minan, ‘Kalau Allah menghendakimu kenal dengan salah satu walinya, Allah melipat unsur manusiawinya di matamu dan Allah memperlihatkanmu keistimewaannya,’” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 2).
Gelaran Mereka :
1. Qutub Atau Ghauts (1 abad 1 orang)
Seorang yang alim dengan pengetahuan lahiriah dan batiniyah dengan kedalaman makna yang dahsyat, baik dalam tafsir, hadits, fiqih, ushul, bahasa, hikmah dan adab. Hatinya menempati Hati Nabi Muhammad SAW. Dan ia ( wali Quthub ) merupakan pewaris ilmu laduni dari Nabi SAW.
2. Aimmah (1 abad 2 orang )
Salah satu ada di sisi kanan Quthub dan sisi lain ada di sisi kirinya. Yang ada di sisi kanan senantiasa memandang alam Malakut (alam batin) dan derajatnya lebih luhur berbanding kawannya yang di sisi kiri , sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam semesta.
3. Autad (1 abad 4 orang di 4 penjuru mata angin , digelar pasak bumi)
Terletak di 4 penjuru tiang-tiang, mulai dari penjuru alam timur , barat , selatan dan utara dan maqom setiap satu dari mereka itu, Mereka memiliki 8 amaliyah: 4 lagi bersifat lahiriyah, dan 4 bersifat batiniyah
4. Abdal (1 abad 7 orang)
Tidak akan bertambah dan berkurang apabila ada wali Abdal yang wafat Allah menggantikannya dengan mengangkat wali Abdal yang lain. Al Abdal berasal dari kata Badal yang mempunyai erti menggantikannya. Abdal juga ada yang waliyah-nya.
5. Nuqoba’ (Naqib ) (1 abad 12 orang diwakilkan Allah masing-masing pada tiap-tiap bulan). Sangat dermawan. Tugas mereka adalah memikul beban-beban kesulitan manusia. Yang diperjuangkan adalah hak orang lain (bukan dirinya sendiri). Mereka ini yang menggali rahasia jiwa dalam erti kata lain mereka ini telah terlepas dari tipudaya nafsu.
6. Nujaba’ (1 abad 300 Orang)
Mereka diberi karamah mengerti sedalam-dalamnya tentang hukum-hukum syariat. Dan mereka juga diberi pengetahuan tentang rahasia yang tersembunyi di hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu untuk meramal tentang watak dan nasib seorang melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di tanah.
Sifat - Sifat Mereka :
- Mengutamakan Allah
- Berpaling dari makhluk-Nya(hatinya)
- Berpegang pada syariat Nabi Muhammad SAW dengan benar , berpegang teguh dengan Al-Quran & Hadits
- Mulut & hatinya sentiasa ingat Allah.
- Utamakan urusan akhirat dari dunia.
- Sangat kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Allah.
- Memiliki akhlak yang mulia.
- Sangat menjaga kehalalan makanan yang dimakan dan pakaian yang dipakai.
- Mengutamakan kebersihan hati.
- Banyak menangis dari ketawa.
- Sedikit tidurnya , banyak ibadah malam.
- Sedikit makannya iaitu banyak puasanya.
- Melazimi taubat sebelum fajar.
- Sangat dermawan.
- Sangat penyabar terhadap kerenah manusia jahil.
15) Katakanlah (wahai Muhammad): "Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa Syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan/ isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredaan dari Allah". Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan hamba-hambaNya;
( 16 ) (Iaitu) orang-orang yang berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah beriman, oleh itu, ampunkanlah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab neraka";
( 17 ) (Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur.
( 18 ) Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan, dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
(Surah Ali Imran : 15-18)



Ulasan
Catat Ulasan