Barang Siapa Yang Belum Ada Pembimbing Di Jalan ALLAH
![]() |
| Dibaca 3x Setiap Subuh |
Keutamaan shalawat yang demikian besar tersebut memunculkan sebuah ungkapan bahwa sesungguhnya shalawat mencukupi dan menempati posisi seorang guru murobbi di jalan akhirat. Sayyidi al Walid Abuya rahimahullah mengatakan :
إِنَّهَا تَكْفِى عَنِ الشَّيْخِ فِى الطَّرِيْقِ وَتَقُوْمُ مَقَامَهُ قَالَ سَيِّدِي الْوَالِدُ أَبُوْيَ رَحِمَهُ الله: كُلُّ إِنْسَانٍ يَحْتَاجُ إِلَى مُرْشِدٍ مُرَبٍّ قَائِدٍ وَهُوَ الَّذِى يُرَبِّى قَلْبَهُ وَيُهَذِّبُ أَخْلاَقَهُ وَيَأْتِى بِيَدِهِ إِلَى اللهِ وَالَّذِى بِصُحْبَتِهِ اللهُ يَحْفَظُهُ مِنَ الشَّرِّ وَالْهَوَى وَالْمَعَاصِى, وَإِذَا لَمْ نَجِدْهُ مَاذَا نَصْنَعُ؟ الصَّلاَةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْخُ مَنْ لاَ شَيْخَ لَهُ .
“Setiap orang membutuhkan pembimbing yang bisa mendidik dan mengarahkan. Ia yang mendidik hatinya, membersihkan akhlaknya dan menuntun tangannya menuju Allah ta’ala. Dialah figur dimana (berkah) bergaul akrab dengannya, Allah menjaga dia dari keburukan, hawa nafsu dan kemaksiatan. Apabila kita tidak ,menemukannya lantas apa yang kita lakukan? Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah guru orang yang tidak memiliki guru”



Ulasan
Catat Ulasan