Amalan Untuk Dibangunkan Bangunan Semisal di Surga
Pertama :
Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits Utsman bin Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:
1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.
2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. (Syarh Shahih Muslim, 5: 14)
Kedua : Sabar Dan Berdoa Ketika Musibah
Nabi saw bersabda: “wanita penghuni syurga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti imran dan Asiyah binti Mazahim istri firaun.
(HR. Ahmad, thabrani, hakim, thahawi dalam shahih Al jami’ As Saghir no. 1135 dan silsilah hadits al-shahih no. 1508)
Do’a Asiyah kepada Allah swt, yang diabadikan dalam Al Quran Surah At-Tahrim ayat 11 yang ertinya;
{وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِندَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ} [التحريم : 11]
( 11 ) Dan Allah mengemukakan satu misal perbandingan (yang menyatakan tidak ada mudaratnya) kepada orang-orang mukmin (berhubung rapat dengan orang-orang kafir kalau tidak terjejas keadaan imannya), iaitu: perihal isteri Firaun, ketika ia berkata:
"Wahai Tuhanku! Binalah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam Syurga, dan selamatkanlah daku dari Firaun dan perbuatannya (yang kufur dan buas), serta selamatkanlah daku dari kaum yang zalim"
KETIKA DITIMPA MUSIBAH
Dari Ummu Salamah, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, “Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, lalu dia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah,
إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. الَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Allahumma ajurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha
(Sungguh kami hanya milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala kerana musibah yang menimpaku ini dan gantikanlah untukku dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya.) melainkan Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari yang hilang.” Ummu Salamah melanjutkan, “Saat Abu Salamah meninggal, aku berkata, ‘Siapa di antara kaum muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah? Iaitu keluarga yang pertama kali hijrah menuju Rasulullah s.a.w. Aku tetap mengucapkan doa itu hingga Allah mengganti Abu Salamah dengan Rasulullah s.a.w.” Ummu Salamah melanjutkan, “Rasulullah s.a.w mengutus Hatib bin Abu Balta’ah untuk meminangku. Aku menjawab, ‘Aku sudah punya puteri dan aku adalah wanita pencemburu.’ Rasulullah s.a.w lalu bersabda, ‘Semoga Allah mencukupkan Ummu Salamah dengan puterinya dan semoga kecemburuan Ummu Salamah hilang.”




Ulasan
Catat Ulasan