Kisah Orang - Orang Asing (Al Ghuraba) Di Akhir Zaman



Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ”

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, beruntunglah orang-orang yang ‘asing’.”
(HR. Muslim).

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ”

“Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api.”
(HR. Tirmidzi).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ «إِنَّ الدِّينَ بَدَأَ غَرِيبًا وَيَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِى مِنْ سُنَّتِى ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (melakukan ishlah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku”, jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. At Tirmidzi, dinyatakan Hasan Shahih oleh Imam At Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Baginda sallallahu ‘alaihi wasallam ditanya: Siapakah mereka (orang-orang asing itu) wahai Rasulullah? Jawab Baginda:

” الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إذَا فَسَدَ النَّاسُ “

“Mereka yang tetap berlaku baik ketika mana masyarakat sudah menjadi rosak.”
(Sahih. HR. Abu Amru Al-Dani dalam Al-Sunan Al-Waridah Fi Al-Fitan).

Dalam riwayat lain Baginda sallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan:

” طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ أُنَاسٌ صَالحُونَ في أنَاس سُوءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أكْثَرُ ممَّنْ يُطِيعُهُمْ “

“Beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghurabaa’). Orang-orang soleh yang sedikit di kalangan manusia yang ramai. Orang-orang yang menyelisihi mereka lebih ramai daripada orang-orang yang mengikut mereka.”
(Sahih. HR. Ibnu Mubarak dalam Al-Zuhd)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  « إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ ». قَالَ قِيلَ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنَ الْقَبَائِلِ. قال الشيخ الألباني : صحيح دون قال قيل

“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? “Mereka yang “menyempal” (berseberangan) dari kaumnya”, jawab Rasulullah  
(HR. Ibnu Majah, Ahmad & Ad Darimi).

فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ :”الَّذِينَ يُصْلِحُونَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ

“Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (amar ma’rur dan nahi munkar) di saat manusia dalam keadaan rusak”, jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. Thabrani, dengan periwayat yang terpercaya /shahih)

Setelah Rasulullah saw menyebutkan bahwa orang-orang yang terasing itu justru beruntung, di dalam beberapa riwayat beliau ditanya, siapakah yang termasuk orang-orang yang terasing itu, maka beliau menjawab;

الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

Orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika manusia sudah rusak, orang yang maksiat lebih banyak daripada orang yang taat.
(HR. Ahmad)

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. [رواه البخاري]

 Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundak saya seraya bersabda: "Hiduplah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara", Ibnu Umar berkata: "Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu."
(HR. Bukhari).

Renungkanlah perkataan mulia ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai diriwayatkan oleh Al-Hakim:

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu bahwa beliau menyebutkan sejumlah fitnah yang akan terjadi di akhir zaman. Kemudian ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu berkata kepadanya, “Kapankah itu terjadi, wahai ‘Ali?”

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu menjawab:

إِذَا تُفُقِّهَ لِغَيْرِ الدِّيْنِ، وَتُعُلِّمَ لِغَيْرِ الْعَمَلِ، وَالْتُمِسَتِ الدُّنْيَا بِغَيْرِ الآخِرَةِ.

“Fitnah-fitnah tersebut terjadi jika fiqih dikaji sungguh-sungguh bukan karena agama, ilmu agama dipelajari bukan untuk diamalkan, serta kehidupan dunia dicari bukan untuk kepentingan akhirat.”
(Riwayat Al-Hakim

Ulasan

Catatan Popular