3 Tips Untuk Kaum Lelaki Subuh Berjamaah Di Masjid


A)Peringkat Kesedaran

Sedarkan diri kita apa dia sebenarnya kita diciptakan oleh Allah???
Apa tugas ??? Dan peranan yang perlu kita pikul serta laksanakan diatas muka bumi??. Tidak lain adalah sebagai hamba Allah serta menjadi khalifah dimuka bumi.

ا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

[Adh-Dhaariyat : 56]
(Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku)


قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

[Surah Al Baqarah:30 ]
Dan , hai Muhammad! (Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi") yang akan mewakili Aku dalam melaksanakan hukum-hukum atau peraturan-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam.


Ini dinyatakan oleh Allah dalam Surah 66 (Al-Tahrim) ayat 6 yang bermaksud;

أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

 “Hai orang-orang yang beriman peliharalah diri mu dan keluarga mu daripada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."


Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat tentang siapa “orang-orang yang beruntung.” Maka Rasulullah SAW menjawab,
“Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang-orang yang beruntung, dimana mereka pergi (meninggal) dengan membawa kemuliaan di dunia dan akhirat.”
(Riwayat Ibnu Majah (4259)

Sehebat manapun seseorang atau sekuat manapun ia berlari, tidak ada yang mungkin terlepas dari jaring kematian. Di manapun dan dalam keadaan bagaimanapun, kematian itu pasti akan datang menyergap, baik dalam keadaan kita siap siaga atau tidak, baik dalam keadaan baik atau buruk, kematian adalah suatu perkara pasti terjadi.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta`la (SWT) berfirman,

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ
 ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

[Al-Jumu'a : 8]

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.”

(Surah Al-Jumu`ah [62]: 08)



B)Peringkat Kefahaman

 ُكلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

[Surah Al-Ankaboot : 57]
(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan)

Cara Mengingat Mati

Ada banyak cara dan kaedah untuk membuat kita selalu ingat mati. Beberapa di antaranya:

Pertama, berusaha sekuat tenaga untuk mengingat kematian yang menimpa orang lain, entah itu saudara, keluarga, atau siapa saja di antara manusia yang telah mendahului kita. Misalnya, saat kita berjalan kemudian berpapasan dengan rombongan yang memanggul keranda jenazah, di saat itulah kita berusaha mengingat kematian.

Atau saat jiran tetangga kanan atau kiri kita ada yang meninggal, kita juga berusaha mengingat kematian dengan mengatakan dalam diri kita, “Hari ini jiran tetanggaku telah meninggal, mungkin esok, lusa, atau beberapa hari lagi aku yang akan dipanggil oleh Allah SWT.”

Hal demikian jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh, akan membuat kita terhindar dari pembicaraan yang tidak berguna kala bertakziah kepada keluaraga yang ditinggal mati kerabatnya seperti yang sering kita perhatikan atau bahkan kita sendiri melakukannya.

Padahal Rasulullah SAW pernah menegur beberapa orang yang berbicara tanpa manfaat. Beliau mengatakan, “Andaikata kalian banyak mengingat ‘pemotong kenikmatan’ niscaya kalian tidak banyak berbicara seperti ini, perbanyaklah mengingat ‘pemotong kenikmatan’.
(Riwayat Tirmidzi (2648))

Kedua, setelah kita mengingat kematian itu sendiri, cubalah kita membayangkan bagaimana sepi dan sunyinya alam kubur itu, tidak ada yang menemani di hari-hari yang dilalui. Suami atau istri yang paling cinta sekalipun tidak ada yang sanggup menemani jika kita telah wafat, terkubur dalam tumpukan debu dan tanah.

Diceritakan dari Abu Bakar Al-Isma`ili dengan sanandnya dari Usman bin Affan, bahwa apabila mendengar cerita neraka, ia tidak menangis. Bila mendengar cerita kiamat, ia tidak menangis. Namun, apabila mendengar cerita kubur, ia menangis.

“Mengapa demikian, wahai Amirul Mukminin,” tanya seseorang kepada beliau. Usman menjawab, “Apabila aku berada di neraka, aku tinggal bersama orang lain, pada hari kiamat aku bersama orang lain, namun bila aku berada di kubur, aku hanya seorang diri.” (Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Al-`Ushfuri, Syarh Al-Mawaa`idz Al-`Ushfuuriyyah, Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, hal. 28)

Sendirian dan sepi senyapnya alam kubur dapat berubah menjadi kebahagiaan atau kesengsaraan, tergantung amal kita selama hidup di dunia. Kuburan dapat menjadi lubang kebahagiaan atau menjadi sumber siksa dan sengsara. “Kubur itu boleh merupakan salah satu kebun surga atau salah satu parit neraka,” sabda Nabi SAW.
(Riwayat Tirmidzi (2460))

Ketiga, termasuk hal sangat dianjurkan dalam upaya kita mengingat mati adalah berziarah ke kubur. Ziarah kubur merupakah perkara yang disunnahkan dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW

Melazimi ziarah dengan mengambil pelajaran dan hikmah tentang keadaan alam kubur, dan apa yang terjadi di dalamnya, serta kehidupan yang akan dilewati usai dari alam kubur nantinya.

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW berpesan,
“Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah sebab ia dapat mengingatkan akan kehidupan akhirat dan menjauhi kemewahan dunia.”
(Riwayat Muslim (977))




C) Peringkat Penghayatan

Hidup Bagai Mimpi

Mimpi bukan hanya ada di dalam tidur, tetapi sesungguhnya hidup di dunia ini bagai mimpi. Dan kita belum bangun, hingga kematian menjemput. Saat kematian datang, tak ada lagi hijab dan pandangan kita menjadi sangat jelas bahwa dunia ini hanya sesaat saja.


{قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ (112)
قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (113)
قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (114)}
[المؤمنون : 112-114]

"Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): "Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari; maka bertanyalah kepada golongan (malaikat) yang menjaga urusan menghitung Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)."

(surah Al-Mukmunun:112-114)

Persedian menghadapi ‛Mati Kecil' iaitu Tidur

Allah SWT berfirman:

اَّللهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ
 فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى
 ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Allah memegang jiwa seseorang ketika matinya dan memegang jiwa seseorang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai pada waktu yang ditentukan. sungguhnya pada yang demikian itu) pada hal-hal yang telah disebutkan itu (terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan Allah (bagi kaum yang berpikir)

 (Surah Az Zumar : 42).

Amalan Sebelum Tidur Selepas Solat Isya Berjemaah
1.Baca Al Quran Surah Al Mulk
atau 10 Ayat Awal Surah Al Kahfi
atau 10 Ayat Akhir
atau 10 Ayat Awal & 10 ayat Akhir Surah Al Kahfi
atau Surah As Sajadah
atau Surah Al Waqiah

2.Solat Sunnat Taubat 2 Rakaat
Istiqhfar 100x
Selawat 100x
Laillahaillah 100x

3.Diatas Katil sebelum tidur:
Baca Surah Al Ikhlas 3x,
Surah Al Falaq1x,
Surah An Nas1x,
Ayatul Kursi 1x,
Bismillah 21x lepas tu tiup pada kedua tapak tangan dan disapukan ke seluruh badan.

Doa ini berdasarkan hadits nabi yang diambil dari Riadatul Shalihin :

عَنْ حُذَيْفَةَ وَأَبِىذَرٍّ رَضِىَاللّهُعَنْهُمَا قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَاأَوَى إِلىَ فِرَاشِهِ قَالَ :  بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ ، وَإِذَااسْتَيْقَظَ قَالَ : اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ . رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ

Hudzaifah r.a. dan Abu Dzarr keduanya berkata : Adalah Rasulullah saw. jika akan tidur membaca : bismikallahumma ahya wa amutu (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati), dan apabila bangun tidur membaca ; alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit). (Bukhari)

Sesungguhnya, tidur itu adalah kawannya mati karena sebelum tidur,
Rasulullah SAW selalu berdoa,


ِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
"Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan mati"
(Riwayat Bukhari).

Saat terjaga beliau pun membaca doa yang hampir serupa,

 الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami dibangkitan."
(Riwayat Bukhari dan Muslim).

الَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

[Al-Ankaboot : 69]
(Dan orang-orang yang berjihad untuk Kami) demi untuk mencari keredhaan Kami (benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami) jalan yang menuju kepada Kami. (Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik) yakni orang-orang mukmin dengan memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada

Ulasan

Catatan Popular