ZIKRUL MAUT Mati Itu Pasti
Kematian pasti dihadapi oleh setiap orang sebagaimana firman Allah :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
[Al-Anbiya : 35]
(Tiap-tiap yang berjiwa itu akan merasakan mati) di dunia (dan Kami akan menguji kalian) mencoba kalian (dengan keburukan dan kebaikan) seperti miskin, kaya, sakit dan sehat (sebagai cobaan) kalimat ini menjadi Maf'ul Lah, maksudnya supaya Kami melihat, apakah mereka bersabar dan bersyukur ataukah tidak. (Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan) kemudian Kami akan membalas kalian.
(Al-Anbiya': 35).
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
"Orang pintar ialah sesiapa yang memuliakan dirinya serta membuat persediaan untuk kehidupan selepas mati, sementara orang bodoh ialah sesiapa yang membiarkan dirinya mengikut hawa nafsu tetapi mengharapkan cita-citanya dikabulkan oleh Allah."
(Riwayat At-Tirmidzi)
Ada beberapa cara yang Rasullullah s.a.w. ajarkan untuk selalu zikrul maut (ingat akan mati) ini:
Perintah memperbanyak mengingati mati :
"Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan dan menjadikannya segala macam kelazatan (kematian)."
( Riwayat At-Tirmidzi )
Mengingati kematian dapat melebur dosa dan zuhud :
"Perbanyaklah mengingati kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia."
( Riwayat Ibnu Abid Dunya )
Kematian sebagai penasihat pada diri sendiri :
"Cukuplah kematian itu sebagai penasihat."
( Riwayat Ath-Thabrani dan Al Baihaqi )
Orang cerdik ialah orang yang banyak mengingati mati :
"Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya uantuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat."
( Riwayat Ibnu Majah dan Abid Dunya )
Agar selalu ingat kepada kematian perlu dilakukan perkara-perkara berikut :
Menyaksikan orang yang sedang sakaratul maut. Betapa dasyatnya dan menakutkan lebih-lebih kalau berdosa. Keadaan sakaratul maut ini digambarkan oleh Rasullullah dalam hadisnya yang bermaksud :
"Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang."
( Riwayat Abid Dunya ).
Sesungguhnya Nabi s.a.w. mempunyai segelas air ketika hendak meninggal dunia. Baginda memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian menghusap wajahnya dengan air itu dan berkata :
"Ya Allah, semoga Tuhan mempermudah kepada saya terhadap sakaratul maut ini."
( Riwayat Bukhari dan Muslim )
Mengunjungi orang sakit, sebab hujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kita selalu waspada dan berhati-hati.
Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasullullah :
"Lakukanlah ziarah kubur kerana ia mengingatkan mati."
( Riwayat Muslim )
Merasakan diri selalu diawasi Allah s.w.t. dimana saja kita berada. Oleh dengan demikian sentiasalah beramal yang baik. Rasullullah s.a.w. bersabda :
"Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahawa ia mengetahui dengan sungguh bahawa Allah s.w.t. itu ada bersama dengannya di manapun ia berada."
( Riwayat 'Ubadah bin Shamit )
Sedarilah bahawa perasaan kita sering disaksikan oleh anggota badan kita sendiri, yakni oleh lidah, tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan hati. Hal ini difahamkan Allah dalam Al-Qur'an :
"Pada hari (ketika) lidah tangan dan kaki mereka menyaksikan atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."
( An-Nur: 24 )
Begitu pula agar disedari bahawa perasaan kita selalu disaksikan. Dilihat dan diikuti oleh siang dan malam bumi tempat kita berpijak, langit serta malaikat Raqib dan Atib dan malaikat-malaikat lainnya. Allah s.w.t. berfirman :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadi lehernya sendiri. Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri, tiada sesuatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."
( Qaf: 16-18 )
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah."
( Ar-Ra'd: 11). (Malaikat ini disebut malaikat Hafazhad)


Ulasan
Catat Ulasan