Perjalanan Satu Hari Di Akhirat Bersamaan 1000 Tahun Dunia
Semoga Khayalan Menjadi Matlamat Hidup.
1. Mati Dalam Iman.
a) Perbanyakkan Taubat & solat sunnat Taubat. Beristiqfar استعفر الله sekurang2nya 100x sehari.
b) Perbanyakkan berzikir dengan kalimah
لااله الا الله sekurangnya 100x sehari.
2. Dikebumikan Di Perkuburan Baqi Di Madinah.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
( مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا )
رواه الترمذي (رقم/3917) وقال : حسن صحيح غريب . وصححه النسائي في ” السنن الكبرى ” (1/602)، وصححه ابن عبد الهادي في ” الصارم المنكي ” (ص/96)، والشيخ الألباني في ” السلسلة الصحيحة ” (6/1034)
Ertinya: Dari Ibn Umar r.a. berkata: Bersabda Rasulullah SAW:”Siapa yang berkemampuan untuk meninggal dunia di Madinah,maka meninggallah di sana kerana aku akan memberi SYAFAAT kepada mereka yang mati di sana.
(Riwayat Tirmizi,al-Nasaii dan disahihkan oleh al-Albani)
3. Terhindar Dari Siksa Kubur.a)Mati pada hari Jummat malam Atau siangnya.
b) Mati Syahid Fi Sabilillah.
c)Bacalah Surah Al Mulk Atau Al Baqarah Sebelum tidor.
d)Baca Surah Al Ikhlas sebanyak 100 ribu Kali.
d)Perbanyakkan Sedeqah & Infaq Fi Sabillah.
e) Puasa Sunnah pada setiap hari isnin & khamis.
4. Dibangkitkan Bersama2 Rasullullah SAW
Rasulullah saw pernah bersabda,
“Aku adalah orang pertama yang keluar daripada Bumi(ketika hari kebangkitan), kemudian Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian giliran penghuni Baqi’ yang akan berhimpun bersamaku. Kemudian aku menunggu penduduk Mekah sehingga penuh di antara dua Masjidil Haram”.
Ada 7 golongan diterangkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ، فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ، اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ، اجْتَمَعَا عَلَيْهِ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ، وَجَمَالٍ، فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى، حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا، فَفَاضَتْ عَيْنَاه. (صحيح البخاري)
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah سبحانه وتعالى pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya
(1) Pemimpin yang adil,
(2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى,
(3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid,
(4) Dua orang yang saling mencintai kerana Allahسبحانه وتعالى, berkumpul dan berpisah kerana Allah juga,
(5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya sambil berkata ‘Aku takut kepada Allah’,
(6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga meleleh air matanya basah kerana menangis.”
(1) Pemimpin yang adil,
(2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى,
(3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid,
(4) Dua orang yang saling mencintai kerana Allahسبحانه وتعالى, berkumpul dan berpisah kerana Allah juga,
(5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya sambil berkata ‘Aku takut kepada Allah’,
(6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga meleleh air matanya basah kerana menangis.”
(Sahih Bukhari, Hadis no 620)
7. Mendapat Syafaat Rasulullah Di Akhirat.
a) BerSelawat sekurangnya 100-300 Kali sehari.
b) Ziarah Nabi SAW Di Madinah.
c) Mencintai Nabi SAW.
Tanda kecintaan ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ
“Di antara umatku yang paling mencintaiku adalah, orang-orang yang hidup setelahku. Salah seorang dari mereka sangat ingin melihatku, walaupun menebus dengan keluarga dan harta”.
Juga dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ فِي يَدِهِ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أَحَدِكُمْ يَوْمٌ وَلَا يَرَانِي ثُمَّ لَأَنْ يَرَانِي أَحَبُّ إِلَيْهِ مَنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ
“Demi Dzat, yang jiwa Muhammad di tanganNya (Allah). Pasti akan datang pada salah seorang dari kalian satu waktu, dan ia tidak melihatku, kemudian melihat aku lebih ia cintai dari keluarga dan hartanya”.
Dari Ibnu Umar, telah bersabda Rasulullah Saw, “Barang siapa berziarah kepadaku setelah aku meninggal, maka seakan-akan ia berziarah pada waktu aku masih hidup.”
(HR. Baihaqi, Daruqutni, dan Tabrani)
Banyak hadits yang menguraikan keutamaan ziarah. Dalam hadits lain dikatakan,
“Barang siapa datang menziarahiku tanpa tanpa tujuan lain kecuali untuk berziarah kepadaku, maka aku berhak menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat.”
(HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar).
8. Dapat Minum Di Telaga Al Kausar.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةٍ وَإِنِّي أَرْجُوْ اللهَ أَنْ أَكُوْنَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً
Sesungguhnya setiap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki telaga (pada hari kiamat nanti), dan mereka saling membanggakan siapa di antara mereka yang paling banyak orang yang mendatangi telaganya (dari umatnya). Dan sungguh aku berharap (kepada Allâh Azza wa Jalla ) bahwa akulah yang paling banyak orang yang mendatangi (telagaku) .
Juga sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits lain :
إِنَّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيْدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الآنَ
Sesungguhnya aku akan berada di depan kalian (ketika mendatangi telaga pada hari kiamat nanti) dan aku akan menjadi saksi bagi kalian, demi Allâh, sungguh aku sedang melihat telagaku saat ini.
9. Melintas Titian Sirat Sepantas Kilat.
Perjalanan semua manusia di atas Sirat-ul Mustaqim adalah berbagai di antaranya ialah;
i) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas kilat.
ii) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan angin.
iii) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.
iv) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti kelajuan kuda lumba.
v) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas lelaki perkasa.
vi) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas binatang peliharaan.
vii) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam tempoh sehari semalam.
viii) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.
x) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.
xi) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.
Semua kiraan masa itu adalah mengikut kiraan masa dunia.
Abu Daud meriwayatkan daripada Muaz bin Anas al-Juhani, sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud;
“Sesiapa yang menjaga seorang mukmin daripada gangguan munafik, maka Allah akan mengutus seorang malaikat untuk menjaga tubuhnya daripada api neraka jahannam, dan sesiapa yang membuat tuduhan (dusta) kepada seorang mukmin untuk memburukkan namanya, maka Allah akan menghentikan langkahnya di atas sirat hingga dia bersedia melepaskan tuduhan tersebut.”
*Termasuk membuat tuduhan dusta ialah menyokong tuduhan tersebut dan menyebarkannya di kalangan masyarakat untuk merosakkan nama baik atau reputasi orang yang dituduh. Justeru, berhati-hatilah dalam menapis tiap berita dan cerita yang kita terima. Lebih-lebih lagi bila berkaitan dengan dosa seperti zina dan liwat. Kita memohon agar Allah membersihkan umat kini daripada sikap-sikap yang tidak sihat ini.
10. Syurga Bersama2 Rasullullah SAW.
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا [An-Nisaa : 69]
(Dan siapa yang mentaati Allah dan Rasul) tentang apa yang dititahkan keduanya (maka mereka itu bersama orang-orang yang diberi karunia oleh Allah, yaitu golongan nabi-nabi dan shiddiqin) sahabat-sahabat utama dari para nabi-nabi dan rasul-rasul yang membenarkan dan amat teguh kepercayaan kepada mereka (para syuhada) orang-orang yang gugur syahid di jalan Allah (dan orang-orang saleh) yakni selain dari yang telah disebutkan itu. (Dan mereka itulah teman-teman yang sebaik-baiknya) maksudnya teman-teman dalam surga karena dapat melihat wajah mereka, berkunjung dan menghadiri majelis mereka walaupun tempat mereka jika dibandingkan dengan golongan-golongan lainnya lebih tinggi dan lebih mulia.
Nabi SAW bersabda :
“Setiap orang akan senantiasa bersama orang yang dicintainya.”
Aamiin Ya Rabbal Alamien





Ulasan
Catat Ulasan